Kampanye Kampus Sehat

Menindaklanjuti komitmen Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D kepada seluruh rektor dalam seminar virtual Kampus Merdeka dari Kekerasan Berbasis Gender yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada akhir November 2020 yang lalu. Pusat Kajian Gender, Gizi, dan Anak Uniska, berkerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Uniska MAB Banjarmasin, menyelenggarakan Kampanye Kampus Sehat secara virtual  dengan menghadirkan pembicara dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Basid S. GZ., MPH pada Rabu, 23 Desember 2020.

Rektor Uniska Prof. Abd. Malik, M. Si, PHD dalam sambutan membuka acara menyampaikan, ini adalah seminar yang sangat penting, karena sehat adalah sesuatu anugerah, hampir semua orang baru menyadari betapa pentingnya sehat ketika jatuh sakit. Di Kampus terdapat banyak usia produktif yang terancam kesehatannya, dari pola makan yang salah, dan kurang beraktifitas. Beliau mengharapkan perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Islam Kalimantan di bidang kesehatan harus menjadi pioneer mewujudkan kampus sehat kedepannya.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Meilya Farika Indah, SKM, M. SC pada kesempatan yang sama menyampaikan kampus sehat adalah cita-cita kita bersama, sehingga komitmen menuju kampus sehat harus bersama diupayakan. Beliau mengharapkan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi dapat melakukan intervensi terhadap hal-hal yang merugikan kesehatan di level daerah, dan dapat melakukan pengawasan pada level Universitas.

Menurut Basid, Kasi Promosi Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan dalam seminarnya, program Kampus Sehat diharapkan dapat menggerakkan sektor pendidikan untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia sehat dengan terlibat langsung dalam upaya-upaya promotif dan preventif di lingkungan perguruan tinggi. Program ini merupakan sinergitas perwujudan GERMAS melalui “edukasi gaya hidup sehat, deteksi dini, dan intervensi yang terintegrasi dengan pengaturan lingkungan yang sehat” sehingga diharapkan prevalensi penyakit dan faktor risikonya di lingkungan kampus dapat di turunkan.

Indikator yang menjadi point penilaian dalam program kampus sehat antara lain meliputi:

  1. Lingkungan yang bersih, sehat dan aman (mis: terdapat pengelolaan sampah dan limbah yang baik, tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi standar keamanan, kesehatan dan ramah disabitas, terdapat kantin sehat yang menyajikan menu sehat yang bervariasi.
  2. Terbentuknya kawasan “Zero Tolerance” yaitu kampus bebas asap rokok, alkohol, dan napza, serta kawasan bebas kekerasan gender.
  3. Adanya klinik kesehatan sebagai upaya deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan jiwa disertai dengan tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan (mis: orang yang sudah memiliki faktor risiko penyakit dirujuk ke poliklinik kampus untuk mendapatkan penatalaksanaan yang sesuai).
  4. Selalu menggiatkan promosi kesehatan baik secara langsung dalam acara-acara kemahasiswaan dan pengabdian masyarakat maupun melalui media KIE.
  5. Menggiatkan aktivitas fisik melalui penjadwalan senam atau olahraga lain secara rutin.
Share! ke media sosial anda...!